Tampilkan postingan dengan label PENGEN CERITA AJA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGEN CERITA AJA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2016

KRIAK KRIAK

Di akhir bulan yang indah, saat malas beud buat keluar kosan. Ah, sudahlah... di luar lagi ga ada event juga. Lanjut streaming aja dan...... krii~uu~ukkkk~... #laper.

Mengingat underline di paragraf 1 tadi, maka delivery order bukanlah solusi yang bijak. Sambil menunggu sms cinta dari 3355, hari ini masak nasi & telor ceplok ajalah (*karena abon sudah habis).
Hmmm... harum nasi yang baru matang dan penampakan telor yang agak-agak terlambat diangkat dari wajan rasanya bikin makin kriukan.

Leyeh-leyeh streaming berita politik sambil makan telor ceplok plus sambal botolan yang baru dibeli, ~hidup begitu santeee kayak di panteee~.

Tentu makan sambil nonton isu politik, bikin kita makin lahap aja, bolak balik refill sambal ke piring... mana telor agak gosong, jadi menambah sensasi "kriak kriak" waktu mengunyah.


Memanfaatkan session iklan yang lagi tayang, untuk ke sekian kalinya merefill sambal botolan ke piring, tiba-tiba melihat....
Heiiigghhh...!!! ini kok mulut botolnya rompal... kan baru beli banget... mana ada sedikit sisa-sisa pecahannya lagi kan.
Nah lo,,, pecahan yang lainnya masuk ke-maa-nnaa..??

Botol sambal rompal, yang rasanya... gurih...renyah??
"....menambah sensasi "kriak kriak" waktu mengunyah".


KUDA LUMPING/JARAN KEPANG
(edited by Merrie W.)


Yaahhh... (#nelen ludah)

Yaahhh... (#pegang perut)

Yaahhh... ssyyuudahlaaahhh ~~

Sekelibatan terputar di otak adegan debus dan kuda lumping.

Toh mereka masih hidup, lagian kalo kemakan pun... paling banter juga pecahan super kecil "sensasi kriak-kriak" yang kusangka kerak gosong telor ceplok.

Ga akan mati lah ya??
Ya kan? Ya kaaaann...???

(#nelen ludah lagi) 




DEBUS (edited by Merrie W.)

Whatever will be... will be, sudah 3 bulan berlalu sejak kejadian dan....

I'M STILL ALIIIVVEEE...!!

Hahahahaha.



Pertanyaan dalam hati:
  • apa sebenarnya aku punya bakat debus?
  • ato mungkin ada turunan kuda lumping?
  • ato mungkin sebenarnya pecahan kaca aman dikonsumsi? (#yakali)
  • apakah melihat tingkah polah anggota DPR bikin kita pengen makan beling? (#atau mungkin gw aja kali ya)


Kamis, 26 November 2015

TRAGEDI DITINGGALNYA SANG SABUN

2 tahun lalu, suatu sore yang indah sedikit gerah.
Di perjalanan pulang kantor terlihat langit mendung dan sepertinya mau hujan.  Terbersit pikiran,‘Ahhh kayaknya enak banget nih pas cuaca lagi gerimis... sampe kosan langsung mandi, trus makan indomie kuah sambil duduk-duduk di depan tivi’.

Tentu saja nggak perlu ngantri kalo mandi sore gini (fyi, mayoritas cewe-cewe ga suka mandi sore). Seluruh kamar mandi milikku sendiri ~~ cikiciiuuww...

Ambil kamar mandi favorit di ujung. Mengikuti aturan dasar permandian, dimulai dari keramas, bla, bla, bla.

Singkat cerita tragedi pun dimulai saat 
Jiaahh..!! SABUNNYA KETINGGALAN DI ATAS..!!

Diketahui:
> Kamar mandi = di lantai 1
> Seluruh kamar tidur + penghuni kosan + sabun = di lantai 2
> Aku = di kamar mandi lantai 1 paling ujung bagian dalam

Ditanyakan: Apa yang akan dilakukan saat di tengah proses mandi, ternyata sabunnya ketinggalan?

Pilihan jawaban:
Solusi 1: minta sabun ke kamar mandi sebelah trus ntar di lemparin lewat atas tembok => Masalahnya ada pada kalimat “.... Seluruh kamar mandi milikku sendiri ~~ cikiciiuuww...”. DAMN..!
Solusi 2: tereak kenceng-kenceng ke anak-anak cewe di lantai 2 minta diambilin sabun
Solusi 3: nggak usah sabunan
Solusi 4: ......... sh*t ~

_____ (WAKTU PUN BERLALU) _____

30 menit kemudian aku sudah menikmati indomie di depan tivi dan menonton acara ‘on the spot’ di Trans 7.
Ada salah satu cewe penghuni kosan (kita sebut saja Rerumputan - karena Mawar terlalu mainstream) numpang duduk di kursi sebelahku dan mendadak bilang:

Rerumputan: Merrie ni... keren nih, kandungan colagen di kulitnya banyak
Merrie: hmm? (mencari petunjuk arah pembicaraan)
Rerumputan: Iya, jadi lembab gitu kulitnya ga kering, mukanya juga ga jerawatan, aku pengen deh.
Merrie: (berusaha menelan kuah indomie di situasi awkward macam ini)
Rerumputan: Mer, kulit kamu bisa bersih item mengkilap gini pake apa sih?
Merrie: (menelan ludah ~ glek ~) Aahh, nggak... cuma pake.... shampoo ~~~ (#sh*t)

** krik **



Rabu, 14 Oktober 2015

ZONK Ed.2 - CANCEL NGEPOST LIBURAN

Bermaksud mengumpulkan niat buat nulis blog lanjutan "Liburan 17'an". Kata 'ntar' menjadi 'besok', 'kapan-kapan', dan 'kalo sempet'.
TADAAA..!! Mengalah dengan aktivitas yang belakangan menggila, akhirnya lewat hampir 2 bulan.

Dan ZONK ABSOLUTE adalah saat niat udah terkumpul dan waktu lumayan senggang, mendadak HP error & harus di format ulang. Alhasil semua foto yang (tentu saja) belom sempet di back up pun ilang.
Buyaaarrr...!!!

___ GUE BERANGKAT SENDIRIAN ___

Yuhuuu... karena waktu itu berangkat ke Kawah Ijen, Menjangan, & Baluran sendirian. So, gada back up dokumentasi dari gadget temen. Berasa memaknai arti "Kawah Ijen" gitu kaaan ~~... aku jalan "ijenan" (#ijen (bahasa jawa) = sendiri). Hahahaha.

Ga bener-bener sendirian sih, kan pake open trip juga.
Kesimpulan: Agak lengkap, baca postingan yang besok aja ya

___ MENJANGAN ISLAND, BALI UTARA ___

Snorkeling Menjangan, Bali (15/08/15)
Sorry cuma sisa foto ini.. gimana dong
Keliatan ga, rombongan ikan kecil-kecil unyu menyeberang di situ?


Menjangan Island, terlalu keren untuk sekedar disebut indah. Kalian wajib kesana, seriusan. Ga usah banding-bandingin sama Pulau Seribu, jauh banget. (*dibandingin sama Labuan Bajo atau Raja Ampat... euumm,,, gw komentarnya ntar kalo udah kesana yak, hahaha)

Ikannya banyak banget & warna-warni eksotis kayak di tivi-tivi gitu, terumbu karang yang juga masih asli. Mungkin karena belom banyak yang berkunjung kesana. Keren pake banget.

Ini yang bikin aku sedih kuadrat pas hp error, foto-fotonya nggak terselamatkan. Tentu saja sempat terbersit keinginan untuk beli Gopro. Hahahaha.

Saran: beli roti dulu sebelum snorkeling/diving. Selain karena disana nggak ada orang jual bakso macam di puncak bromo, roti yang kalian bawa bisa dipakai untuk menarik ikan-ikan super lucu mendekat.


___ KAWAH IJEN TIDAK LAGI SEPERTI DULU ___

Datang di saat yang salah dan jelas sudah terlambat bertahun-tahun, Kawah ijen tidak lagi secantik dulu.

Pertama kali kesana adalah saat acara perpisahan SMP, di mana track pendakian masih berat, super sepi, dan gelap gulita.
Bahkan aku ga sekali pun berpapasan dengan
para penambang belerang
Mungkin mereka juga alih profesi menjadi tour guide
Sumber foto: here
DULU... Melekat di memori, Pak Kris menyarankan untuk mematikan senter dan kita mendaki mengandalkan cahaya bulan purnama.

Pertama kalinya dalam hidup, aku melihat langit bertabur milyaran bintang. Menjuntai di atas sana bagian yang lebih terang seperti aliran sungai galaxi dengan kerlip kilaunya yang cemerlang. Suara hewan malam yang terdengar mistis dan hembusan angin malam terasa begitu mendamaikan hati.

Di pagi hari saat cahaya matahari yang keemasan mulai menyapa, tersadar ternyata hanya rombongan kamilah yang sedang mendaki hari itu. Kawah belerang hijau tosca, angin dingin yang menggelitik pipi, selesainya UAN SMP, seolah mendefinisikan arti dari 'kedamaian jiwa'. Janjiku dalam hati, suatu hari aku akan kembali kesini lagi.

Itu dulu.... SEKARANG..? Terlalu heboh di expose, ramainya udah kayak di pasar, ga sedikitpun tersisa rasa hikmat. Track pendakian begitu lebar dan 'tersedia', begitu mudah tanpa tantangan. Bahkan dari kejauhan terlihat jelas aliran senter ribuan pengunjung menuju puncak, yang buatku sudah mirip zig-zag eskalator. Kerlip bintang tidak lagi berpesta semeriah dulu. Nyanyian hewan malam teredam riuhnya obrolan manusia bejibun. Penuh kerumunan anak alay bersepatu sneakers yang kecanduan selfie dan berlomba eksis. Kecewa... :(

Tentu saja ada bagian menyenangkan yang ga akan pernah hilang saat naik gunung bukit, kebersamaan. Bahkan orang asing pun akan terasa layaknya saudara sendiri. Kita mirip bocah yang kegirangan menikmati hidup dan Mas Riyan, sang Tour Guide, mendadak berlabel 'papa-yang-mengurus-13-anaknya'. Hihihi.

___ BALURAN ___

Baluran National Park, Banyuwangi, Jawa Timur
Review lebih lengkap > click here or here
Sering disebut juga sebagai Little Afrika-nya Indonesia. Kurasa kalimat itu sudah menjelaskan semuanya. Panas, pastinya.

Dari atas menara pantau, kalian bisa lihat pemandangan alam keren berbaris-berjajar. Mulai dari Gunung Baluran, lalu hijaunya pohon-pohon, kemudian savana bekol yang terbentang luas dengan tebaran rusa, merak, dan monyet di sana, lalu Pantai Bama di ujung yang lain.

Keren..!!

___ TRAVEL AGENT ___

Buat kalian yang pengen ikutan paket liburan di sekitaran Banyuwangi, aku rekomendasiin ikutan travel agent  "YUK BANYUWANGI". Info lebih lengkap bisa lihat di www.yukbanyuwangi.co.id. Mereka juga sering bikin open trip di www.backpackerindonesia.com.

Murah, service excellent, guidenya super ramah, santai, & sigap, liburan terasa begitu mudah dan meriah.

Have a great vacation, Beib.

Senin, 24 Agustus 2015

ZONK - (Libur 17'an Part 0)

TENOOOTT… TENOOTT… TENOOOTT…!!! Alarm yang sumpah bunyinya ngeselin banget, bikin aku makin panik ajaaahh…!! Heeerrrggghhh…!

Itu adalah alarm maximal buat aku angkat kaki dari kosan menuju Gambir, karena bus Damri Gambir-Airport terakhir akan berangkat jam 8 malam. Dan… Kamis, 13 Agustus 2015 (07.30pm) Merrie masih finishing packing di kosan. (=_=”) Yah, hidup mungkin emang lebih greget kalo bersamaku (#gregetan, hahaha).

Gaji ke-13 abis buat beli beginian doang. Hahaha.
Tenaannggg bray...~~ kali ini aku ga lagi mengulang kejadian seperti:
  • melongo menyaksikan bus Damri terakhir berlalu pergi, persis 2 meter di depan mata
  • atau merentangkan ketek di depan portal karcis macam Kate Winslet di Titanic demi menghadang bus di pintu keluar Gambir.

No man! Aku datang masih 7.58pm kok (#kali ini aku cuma 'nyungsep' di kursi, gegara bus mendadak berangkat sesaat sebelum pantat nempel kursi). Kurasa 'nyungsep' merupakan hal yang lumrah kan? ya kan? ya kaann??


___ SIM a.k.a. Surat Ijin Menikah Mengemudi ___

(*DIIRINGI LAGUNYA FLOAT - PULANG) Aku menutup mata, tersenyum-senyum sendiri membayangkan besok aku akhirnya akan memegang SIM A & C. Lalu bulan depan motor-cicilan Merrie akan terparkir di garasi kosan. Ah, hidup begitu damai kalo semua serba teratur dan terencana. Yuhuuuu… kali ini cuti 5 hariku di Surabaya adalah demi mengambil SIM. Aku tau ini telat dan basi, secara udah uzur gini masih belom punya SIM. Hey man, lebih baik telat… daripada telat bangeeeeeettttt…!!!

  • Ngobrol-haha-hihi sama driver bus yang ngira aku masih kuliah (*awas aja kalian yang pada protes)
  • lari-lari kebelet pipis di ruang tunggu Terminal 3
  • duduk santai dan nyaman di kursi 1F
  • flight Jakarta-Surabaya yang biasanya 1,5 jam kali ini ditempuh hanya dalam waktu 55 menit aja
  • dibantuin mas-mas-dengan-style-adventure waktu semua bagasi pada membeludak jatuh ga karuan keluar jalur baggage carousel
  • dijemput Mamakusayang dan YosuaSiGanteng di Juanda lalu aku begitu excited membicarakan reshuffle kabinet yang baru saja dilakukan Jokowi

Hidupku sesaat terasa lancar dan N.O.R.M.A.L, hingga akhirnya aku bertanya riang,
“Jadi... Merrie besok harus berangkat jam berapa buat bikin SIM?”.

.............(*hening sejenak, terdengar sayup-sayup tertawa garing dari kursi depan).............
Mama: “Nak, Mama dapat kabar… bahan baku buat bikin SIM di Kepolisian, abis. Jadi belom bisa ambil SIM besok”

ZZOOOOOOONNNNNKKKKKK…..!!!!!!   
(O.o)/  #WhatTheHeck


Next:
> Libur 17agustus'an Part 1 (coming soon)

Jumat, 13 Februari 2015

BESOK-BESOK AKU GA PERLU BELI BAJU LAGI

Teringat jaman kecil dulu, rumah jadi meriah kalo pas Mama lagi jahit baju. Beliau suka banget bangeettt bikinin aku dress unyu-unyu-warna-warni. Seiring berjalannya waktu, mesin jahit pun terpuruk di gudang dan menjadi barang antik. Tapi seriusan itu mesin udah tercipta dari jaman kuda dulu.

Mesin jahit warisan neneknya nenek moyang
Desember 2014 kemarin, iseng scroll scroll web Tokopedia dan terpampanglah "Mesin Jahit Mini". Harganya murah banget mulai dari 100 sampe 300 ribuan (*yg gedhe buat profesional udah juta jutak). Kirimlah yang mini satu ke Surabaya (#maaf ya Ma, Merrie kirim yang murahan, hahaha).

Saat akhirnya aku melihat penampakan barang absurd itu pas pulang Natal kemaren, TADAAA...!! Oke, resmi sudah itu mesin dari dunia lain, alat asing dari planet antah berantah. Dalam bentuk yang lebih modern... menyesuaikan dengan body yang 'kekinian'. Aku tetep ga ngerti cara pakainya dan sangat sedikit keinginan buat saling mengikat batin dengan sang mesinjahitmini (*saat itu).


___ GA PERNAH MAU KALAH, BAHKAN SAMA DIRI SENDIRI ___

Sebulan setelah balik Jakarta, siang-siang di kantor, MENDADAK GW PENASARAN..!!
Cuma gegara sindiran hati kecil, "Mesin sekecil itu, masa iya lu ga bisa pakai'nya?".
Tanpa pikir panjang, langsung pesen online 1 unit lagi buat diri sendiri.

Mesin jahit baru bersama seonggok kain ijo hasil kebodohan diri sendiri
Sama sekali ga tau cara pakainya, ga sekalipun ngamatin dengan seksama waktu Mama ngoperasiin pas liburan Natal kemaren, selembar kertas petunjuk seolah ditulis dengan huruf Jaman Megalitikum (*ga masuk otak sama sekali). So... eumm... Ini diapaiiiin? #frustasi-akut.

1 jam aku utak-atik, putar-putar, keliling-kelilingin, bahkan seriusan sempet kucekek-cekek. Aku nyerah..!!

Oke Merrie, perlakukan kayak ~ Anjing ~
Anjing butuh makan >>> mesin-jahit-mini-absurd butuh..?? kain (=_=)


___ PASAR BARU, I'M COMIIINNGG ___

Sabtu siang (07/02/2015) belanja dulu lah di Pasar Baru, ternyata... emang ada yang jual kain disana loh, yuhuuu... (*nekad-pergi-aja-tanpa-tau-disana-ada-yang-jual-kain-ato-ga-hahaha). Beli katun aja, katanya paling gampang buat belajar jahit-menjahit. Harganya?

PER METER 100 RiBUUUU    /'(>_<)'\
Gw butuh 2 meter = DUARATUSREBUUUUU.... harga anjingnya mesinnya aja ga sampe 200 ribu.

Menenteng kresek berisi kainijoduaratusribuan, melangkah ringan macam anak SD yang sudah nyelesaiin PR'nya... aku lanjut jalan-jalan ke toko sebelah, ternyata di sana katunnya lebih bagus, tebel, adem, dan cuma 50k. Hiks...

Hati: kain gw 2x lebih lebar sih, jadi wajar klo harganya 2 kali lipat
Batin: cuma bahan toko sebelah lebih bagus, Bray
Hati: tapi sebelah kan warnanya ga ijo, lu butuh warna ijo
Batin: biru juga gapapa keleeuus
Hati: mahalnya sebuah pembelajaran, Sis
Batin: ....... ya udah, pulangnya naek Transjakarta aja, ga usah manja naek taxi, ga perlu mampir Carrefour (=_=")  (*seolah bisa memperbaiki kondisi aja)

___ PRAKTEK KERJA JAHIT NYATA ___

Ngadat, kusut, nyangkut, putus, pretel, jatuh, kesandung, nusuk, kegunting, robek, salah-potong, berisik, frustasi, etc semua kosakata itu terjadi hanya demi munculnya kata "belajar".

Setengah jam... ~ ... satu jam... ~ ... dua jam... ~ pause.karena.laper ~ .. tiga jam ...
YEAAAYYY...!! Segala inputan yang mayoritas negatif, mengeluarkan output berupa 2 sarung bantal dan besoknya nambah 1 sarung guling. Dimulai dari yang sederhana dulu lah, bentuk kotak doang. Ga mungkin mendadak aku bikin dress kan.

Dengan mencekek mesin jahit > kalian akan mendapatkan 2 sarung bantal
& 1 sarung guling... monyet ga termasuk
Gada sesuatu yang ga bisa dipelajari, dan belajar langsung praktek selalu jauh lebih berguna ketimbang baca dan liat-liat doang (*Tuh kertas petunjuk, ga gw baca juga sih sebenernya)

Pesan moral:
  1. Kalo belanja kain dan pernak-pernik jahitan ke Pasar Mayestik aja, katanya di sana lebih lengkap, murah, sayang jauh (*JakSel bro)
  2. Kalo belajar, beli kainnya murahan aja... yang 25 - 50 ribuan lah, tergantung bahan dan kualitas
  3. Kalo buta sama sekali tentang dunia perkainan, jangan sok belanja sendirian kayak gw. Ajak temen buat kasi pertimbangan, atau sekedar dukungan moral ato malah dukungan finansial
  4. Belajar menjahit gampang looo ~ Merrie aja bisa, masak iya lu ga bisa? ~
  5. Gada kata telat ato tua, untuk munculnya rasa penasaran dan sebuah pembelajaran. Yeaaayyy (#mendadakbijak).

Rabu, 19 November 2014

UNDER MAINTENANCE


Menyadari kondisi mental, jiwa, dan raga lagi kacau belalai bangau... Posting galau uda menyentuh angka ke 5 dan ini yang ke 6, aku sama sekali tidak berencana menjadikannya tujuh. So, aku putuskan untuk STOP nulis blog geje ini sampai waktu yang tidak ditentukan.

Maaf ya teman-teman (*kePDan kayak ada yang baca aja), padahal tiap hari dibuka-buka sendiri biar viewernya nambah. Belom tau aja kalo ternyata yang nge-view tuh....beneran cuma gue sendiriiii... ckckck (#jongkok-di-pojok-gosok-gosok-tembok).

Belakangan kehilangan selera humor, gada lagi spontanitas, sama sekali ga pengen tau dan ga pengen nyoba hal-hal baru, gaya ceplas-ceplosku gak lagi terlihat lugu dan lucu malah terkesan nyolot, sinar mata menghilang, kerut keriput bertambah, mata panda melebar, liburan juga tidak terlihat menarik, hidup sepertinya sedang di auto-pilot mode, berasa kehilangan pegangan hidup (*udah gada lagi yang bisa gw pegang-pegaaaang).

Kalo katanya Kakek Dale Carnegie, satu hal yang penting dalam hidup "antusiasme". Dan aku sedang kehilangan hal itu (#jujur) dan TADAAA...!! Terbukti, tanpa antusiasme maka semua hal terlihat ga penting lagi. Orang boleh memotivasi, boleh menasehati, mengajak berlibur, dan berusaha menghibur, seseorang yang senasib menemaniku menangis bersama, pasti ada yang bosan mendengarku cerita. Hahahaha, accciiiaaannnn... pasti kalian tersiksa. #kecup.atu.atu.
Mama, (seperti-yang-selalu-bisa-kutebak-kapanpun-dimanapun), mengajakku berdoa. Tapi penyembuhan mental tu dari diri sendiri. So, ini waktunya Merrie berdamai dengan diri sendiri ~
Terimakasih buat kalian yang begitu memperhatikan dan bisa-bisanya masih bertahan disampingku.

Aku tau akan ada banyak moment super seru dan sangat berharga besok... Wisuda si ganteng Yosua, Pindah Kantor, Natal, Tahun Baru, Liburan, moment di Sahabat Anak, bahkan kejadian keseharian. Tuhan juga pasti tetap kasi banyak mujizatnya di hidupku, tapi akan aku save di draft tanpa di posting.

Suatu hari, saat aku menemukan lagi perasaan itu... perasaan seolah-olah segala hal di sekitarku terlihat spektakuler.
Dan kembalinya kesadaran diri bahwa aku bukanlah pusat galaksi bima sakti.
Dimana 11 jariku terasa seperti menari lagi saat mengetik.
Aku pasti akan kembali dan mengganggu kalian. AKU POSTING SEMUANYAAA....!! Yeaaahhh Baby....!!

Mungkin akan lebih dari satu purnama (*sok-sokan AADC)
Tapi dimanapun itu dan kapanpun itu, kita masih akan melihat langit yang sama,
Dan semoga itu nggak lama, I love u all... whoever you are... Tengkiu and bubyee. (#kisskiss)

Rabu, 12 November 2014

AKU LAGI CENGENG

Suatu sore yang galau, Kamis minggu lalu (06/11/2014), saat aku sedang down berkepanjangan karena merasa gagal total dalam kehidupan pribadi hingga sosial, juga tekanan batin karena Desember besok lokasi kantorku dipindah. Dengan getir aku mengepak berkas-berkas di ruangan Pak Sukma, demi persiapan pindah kantor (~aku ga rela pindah dari Lapangan Banteng, huhuhu, aku merasa diusiiiir~).

Bapak Naseri melihatku yang jongkok-jongkok celingukan mencari berkas dan dia bertanya, "Nak, cari apa Nak?".

Kata-kata sederhana 'N-a-k' yang membuatku termangu dan berkaca-kaca, atau dalam bahasa Jawa ~mberebes mili~. Aku serasa dipeluk erat dengan kata-kata yang cuma 3 huruf. Sebuah kata penerimaan, dimana aku (dengan GR-nya) merasa dianggap seperti anak.

Apakah aku sedang PMS sehingga super sensitif? NO.
Apakah akumulasi stress membuatku mendadak cengeng? BISA JADI, BISA JADI...!!

Sejenak saat menulis ini seolah rekaman-rekaman usang di kepalaku berputar kembali. Potongan-potongan kejadian sederhana seminggu terakhir. Yang ternyata membuatku tersentuh.
Ruangan Pak Sukma seumur-umur belom pernah sebersih ini
  • Hanya dengan sumringah super lebar Pak Sukma saat melihat ruangannya sudah rapi, rasanya packing sampai jam 8 malam ga ada artinya
  • Cuma dengan roti meeting Bu Antiek dan Pak Fir yang diam-diam selalu ditaruh di mejaku, aku merasa layaknya bocah yang dapat oleh-oleh waktu orangtuanya pulang kantor
  • Ajakan makan siang via gtalk membuatku merasa diterima, karena aku sendiri ga mungkin makan siang dengan orang asing.
  • Dapat BBM "apa kabar" dari teman lama, dan berlanjut ke cerita-cerita remeh keseharian, membuat otakku mengatakan 'masih ada yang peduli'
  • Hingga ajakan liburan taun depan, seolah ada yang berbisik 'masih ada kok yang menginginkan Merrie terlibat'
  • Bahkan saat isi bbm yang mengolokku, 'masi aja depresi perkara beginian'. Membuatku tersenyum, ada orang yang mengenalku dengan baik. Dibanding dikasihani atau dihibur, memang olokan dan tantangan membuatku jauh lebih bersemangat. (*sial, apa aku emang se-anarkis itu?)
Roti meeting dari Bu Antiek :p
Mungkin mereka melakukan secara naluriah, random, bahkan iseng. Tapi hal-hal super sepele seperti itu, bagi orang lain bisa berarti "lebih". Sayang ajakan liburan ke Ambon, Lombok, dan Alor pun lagi-lagi kutolak, berharap dia ga akan kapok mengajakku lain kali (*kalo aku sudah desperate tingkat akut, mungkin kususul jugalah ya kesana).

Kurasa Tuhan masih mengenalku, Dia tau banget hal-hal remeh yang bikin aku kehabisan kata-kata, dan Dia mengijinkan mereka melakukannya di waktu yang pas, dan dilakukan oleh orang-orang yang tepat. Karena memang tidak pernah ada yang namanya kebetulan.




Bertanya-tanya sendiri, apa aku sudah pernah melakukan hal-hal yang 'berarti' bagi orang lain?

Jumat, 24 Oktober 2014

MEGA'S WED'DAY (PART 3)

Mari kita selesaikan cerita Mega’s Super-Day yang ke-pending beberapa bulan.

MINGGU, 16 Maret 2014

Gara-gara malam sebelumnya kebanyakan tawa-tawa, pas hari-H… pada moloorrrr…. mau mandi aja rasanya berat benjjeeeett… Sampe akhirnya kakaCori yang berhasil memulai giliran dan aku akhiri dengan mandi kucing karena jam’nya sudah super mepet.

Aku pun langsung memilih pakai make-up di ruang tamu karena di kamar lagi pada riweuh cewe-cewe berebut kaca. Di ujung sana… depan pintu keluar dekat dapur, tidak sengaja aku melihat keponakan Rindi yang duduk bersila di lantai sambil bertopang dagu mengamatiku memoles lipstick. Aku tersenyum, sambil teringat Merrie kecil yang dulu tiap pagi… melongo mengamati Mama berdandan sebelum berangkat kantor. Hihihi.

Yak..!! Udah pada cantik dan ganteng, yuk capcus resepsi Mega ^^




___ BANDAR LAMPUNG, MASJID AL-FURQON ___


Dear Mega, satu-satunya anggota geng flexitime yang bertahan menemaniku hingga akhir hari dia di kosan.


Aku mendoakanmu bahagia selamanya, Tuhan melindungi dan memberkati keluarga baru Mega. Apapun yang kalian berdua lakukan bersama selalu berhasil. Diberkatilah masa depanmu, diberkatilah seisi rumahmu, diberkatilah buah kandunganmu, hingga anak cucumu. Berkat dan sukacita di keluarga kalian begitu melimpah hingga tumpah keluar dan turut membahagiakan sekeliling kalian. Tiap hari Tuhan menambah-nambahkan cinta kalian berdua, dan selalu memperbaruinya tiap pagi. Amin…

Cantiknya ciwi-ciwi (#love-love), mmm... Mas Faiz, emmm... Biar Mega aja yang muji ya. HAHAHAHAHA...

___ PAMITAN KE KELUARGA RINDI ___



Setelah mampir beli oleh-oleh (*entah dimana), pokok harganya murah beuuuddd... waktunya packing dan pamit. Putu masih sempet-sempetnya cuci mobil. Ckckck...

Ga akan ada cukup kata yang sanggup mewakili rasa terima kasih ke seluruh keluarga Rindi. 3 hari yang singkat, kita merasa diterima dengan teramat-sangat baik dan terbuka. Seperti pulang ke kampung halaman, kita merasakan hangatnya keluarga Rindi layaknya dipeluk keluarga sendiri. Ketulusan kalian menyentuh sampai ke batin. Dan kami (*sekelumpulan-anak-ga-tau-diri-ini) mengucapkan terima kasih dari hati yang terdalam.




___ TEROMBANG-AMBING DI KAPAL ___

Berangkat ke Bakauheni, pilih kapal paling besar di pelabuhan, waaaaa…. kapalnya mirip mall… parkirnya luassss abiisss.

Selagi menyeberang Selat Sunda, kita milih nunggu sambil ketawa-tawa dengan isi obrolan ngalur ngidul ga karuan di mobil. Teringat semua kenangan dan lagu-lagu (*salut sama Kiki dengan ingatan gajahnya tentang dunia entertain), juga permainan masa kecil, Truth or dare, ABC lima dasar. Amel nggak punya bakat main sama sekali, kalah muluuuu… masak gada menang-menangnya sekali aja? Ckckck… kamu dulu kecil ngapain aja sih Mel? Hahaha.

Mungkin karena kapal kita kegedhean, ato emang antrian kapal berlabuh waktu itu lagi banyak banget. Kita berjam-jam terombang-ambing di kapal. Dari hahahihi sampe akhirnya teler semua. Mana perut aku sakit banget nahan kentut… tapi 3 hari uda ga ke toilet, ga bayangin… pasti baunya bisa matiin penghuni 1 mobil tuh. HUAHAHAHA (#jijik… hahaha… whatever, suruh sapa kalian pada bayangin, hihihi #usil-nulis).


Sampai jumpa. Lampung. Kita pasti akan kembali lagi saat Rindi nikahan.
Setelah nurunin Cori, entah dimana (*karena aku tidur), kita sampai juga di kosan… ga tau jam berapa, pokok semuanya uda ~melayang~layang~. Kasian Putu yang masih harus melanjutkan perjalanan ke kosan dia di Salemba (*puk-puk-Putu).

TIRIMIKICIIII GENGS…!! Perjalanan ini sungguh luar biasa. Sudah 7 bulan yang lalu… bahkan saat aku baru menulis sekarang, aku masih bisa merasakan euforianya. (*kecup-kening-satu-satu).

(*Saking telatnya ngeposting blog, Mega’nya sendiri sekarang sudah hamil gedhe. HAHAHA. Ga sabaran liat ponakan baru yang pasti super lucuuu).

Kamis, 23 Oktober 2014

INTERMEZO (*SISTEMATIS...??)

Mama protes gegara belakangan blog aku ga sistematis.
Lama banget ga update. Eh sekalinya nge-posting, kok nangis bombay putus cinta… di upload dulu dong cerita romansanya.

HUAHAHAHA… disamakannya blog aku macam makalah aja (*sistematis). Yaaaa sama-sama tau lah, kan lagi asik pacaran waktu itu. Nulis juga ngabisin waktu banget kali. Mending nikmati waktu berdua dong.

Sudah di sortir sih foto-fotonya sejak kapan hari, uda jadi draft-draft kasar juga. Tapi sekarang mau di posting semua juga udah telat. Lagian seperti membuka luka yang belum kering, meskipun isinya so sweet & happy happy semua sih.

Yasutralahya, kalo dibahas terus… Merrie’nya ga sembuh-sembuh ntar. Lagian dia’nya sudah move on juga, jadinya kan makin banyak hati yang harus dijaga. Karena kenangan adalah untuk disimpan, dan akan kusimpan baik-baik. Hanya milikku sendiri. Sekepo apapun kalian, ga akan Merrie cerita. Hahaha (*pelit).

K.A.P.O.K..!!


NEXT…!!!!

Daftar tunggakan: Mega Wed'day (Part 3)

Selasa, 21 Oktober 2014

MEMAKSA DIRI UNTUK MENJADIKANNYA 'SEKARANG'

Orang lain mungkin menganggap bodoh cerita cengeng kita. Bahkan “aku yang dulu” pasti ikutan geleng-geleng melihat “aku yang sekarang” posting kegalauan roman picisan ke blog. Tapi inilah hidup, akan terasa berbeda saat kita mengalaminya sendiri. Nooo…!! Tenaannggg... Aku ga akan mendoakan kalian (yang menganggapku bodoh) kualat. Cuma... mmm... bolehlah Tuhan, Kau buat mereka kapok sedikit (#ups, hahaha).


Apapun itu, ini adalah pengalaman yang berharga. Paling ga, Tuhan pernah kasi kesempatan untukku belajar dan merasakan banyak hal terutama untuk merasa dicintai dan pernah mencintai. Meskipun aku menyayangkan kenyataan bahwa saat Tuhan mempertemukan, tidak selalu Dia mempersatukan.

Tanggal 21, selalu menjadi tanggal untuk moment-moment pentingku.
Dan 21 bulan ini, tahun ini… adalah hari pertama setelah kuputuskan untuk membuka mata.

Mulai hari ini aku akan belajar untuk terbiasa bernafas tanpamu (by Lyla)
Meskipun telunjuk bergetar hebat saat menghapus semua history chat
Getir di tenggorokan saat harus memanggilmu dengan nama, bukan lagi “ay”

Dan karena dalam 2 hari, besok akan menjadi kemarin (by Mario Teguh)
Maka aku pun mengganti kata-kata “besok” menjadi "sekarang"

Dalam nama Tuhan Yesus, aku melepaskanmu, aku merelakanmu, dan aku memberkatimu
Aku meminta maaf atas semua kesalahanku, aku sudah memaafkan segala kesalahanmu, dan aku juga akan belajar memaafkan diriku sendiri
Biar damai sejahtera Allah Bapa menyertai kita semua, dan menyembuhkan setiap hati yang terluka

Jika pada akhirnya kita tidak bisa menjadi teman hidup, kuharap saat kita bertemu suatu hari nanti… kau mengingatku sebagai teman baik yang pernah memimpikan hal itu.

Terima kasih untuk segalanya, aku sangat mengasihimu... Hey Fancy Face.


Kamis, 09 Oktober 2014

AKU MENGGENGGAM PISAU TANPA GAGANG

Sering melihat dan mendengar temen ciwi-ciwi curhat sambil menangis bahkan tertawa miris karena spesies yang disebut "cowo"... bermacam-macam versi dan cerita, logat dan bahasa. Ga satu pun yang bisa aku pahami sepenuh arti.
Yang aku tau pasti, aku harus dengerin mereka dan sedikit memberi respon (*paling ga, mereka tau kita masih dalam keadaan hidup, syukur-syukur masih dengerin dengan jelas).

Sampai akhirnya, minggu ini... aku mengerti definisi "Patah Hati"

Rasa nyeri yang mengiris hati
Tersayat tipis-tipis, pelahan dan pasti
Sama sekali bukan karena kita disakiti
tapi menyaksikan orang yang paling kita sayangi, tersakiti.
Apalagi kalo penyakitnya adalah diriku sendiri

Seperti memegang pisau tanpa gagang
Yang kedua ujungnya tajam menghujam
Manalagi seluruh sisinya tipis mengiris
Kugenggam sangat erat dan kugunakan untuk menyayat manusia favoritku
Lelaki kesayanganku

Merrie... Fak yu !!

Sabtu, 07 Juni 2014

LAMPUNG, MEGA'S WED'DAY (Part 2)

SABTU, 15 Maret 2014

Akhirnya aku tau, Lampung itu keren. Bener-bener suasana yang berbeda, apalagi kalo dibandingin sama Jakarta atau Surabaya.

Saat kapal ferri berlabuh di dermaga aku melihat banyak hal baru yang agak amazing buat aku. Lautnya masih bening, terlihat ikan-ikan kecil main kejar-kejaran, serunya orang-orang memancing. Bandingin aja sama Kenjeran... pleaseeee... Honestly, tadinya aku ketik banyak hal negatif tentang Kenjeran tapi ku hapus lagi, berhubung Walikotanya sekarang Bu Risma, mungkin kondisi Kenjeran sudah jauh lebih baik belakangan (*selain karena takut disemprot Ibunya juga, hihihi, habis Ibu judes sih.... #ups).

Perjalanan menuju rumah Rindi, kita seperti naik turun gunung. Mendung dan gerimis rintik-rintik, angin berhembus dingin, di kanan kiri lebih didominasi daun hijau, benar-benar melewati daerah pedesaan yang asri. Berasa seperti di Malang ~~~ hmm... damainya dunia.

___ PANTAI LAGUNA ___

Dikejar dan dipaksa kaya apapun, ga mungkin lagi kita ke Kiluan. So, Rindi kasi alternatif pantai yang juga keren dan GRATIS (*dasar cewe, denger gratis aja cepet).... Pantai Laguna.

Udah ga ujan... kita main-main di pantai.... yeye lala lala..!!

Indahnya Pantai Laguna, Lampung
Berhubung ini blog aku... jelas di gedhein foto sendirinya dong. hahahaha
(*yang mau protes >> bikin blog sendiri sana)

Ini masih di Laguna, Lampung... tapi rasanya seperti di luar negeri

___ RUMAH RINDIE'KUSAYANG  ___

Welcome party di Rumah Rindi
Ga akan ada puasnya kalo namanya bocah maen-maen di pantai.... Berhubung hari udah makin siang, pigmen kulit juga makin berkembang biak... so, saatnya kita menuju rumah Rindi tercinta.

Disambut ramah dan sangat menyenangkan oleh keluarga Rindi, kita dikasi makan siang "rumahan" yang bikin kangen banget sama masakan mama.

Rumah Rindi sangat homy, nyaman banget rasanya kelesotan di karpet... Ngelurusin badan yang 12 jam kelimpet-limpet di mobil. Thank's God.

Ini adalah moment pertama kali aku mencoret 110 list to-do aku
"
jalan-jalan di pematang sawah yang sedang hijau-hijaunya"

Berkat ketulusan dan kebaikan Rindi, akhirnya selama di Lampung kita boleh menginap gratis di rumah neneknya. Yeaaahhh, EYANG... YOU'RE ROCK!!

Dengan kehangatan yang persis sama dengan Mama & Papa Rindi... Eyang menyambut 6 anak ga tau diri ini masuk rumah dan menginap. Makasih kakaaaaaaaaa... ooommm... tanteeee... eyaaanggg.. adeeeee.

Belakang rumah Eyang ternyata masih benar-benar sawah padi yang saat itu sedang hijau-hijaunya. Sore hari, Rindi mengajakku untuk duduk di batu besar di tengah-tengah sawah itu. Buat aku, ini nih... baru namanya belanja mata. Pengen banget berjam-jam duduk di sini dan berlama-lama. Item-item deh, biarin lah. Damainya luar biasa kakaa...



___ RUMAH MAS FAIZ ___

Kita mau buktikan dengan mata kepala sendiri, apakah kecantikan Mega di foto cuma hoax atau realita. Jadi sore hari kita sidak ke Rumah Mas Faiz.. DENG DENG DENG...!!

Kayaknya emang Mega cantiknya bawaan lahir sih, mana genetik lagi dari Mamanya. Hahahahaha.

Kata mereka, Mega selama seminggu "dipamerin" ke tamu-tamu yang datang, jadi full make up dan pakai baju pesta seminggu full. Gelooo... (*untung gue orang jawa.... eh)



___ PEMPEK DAN NONGKRONG TIME ___

Niatnya sih keliling-keliling cari durian.... aku udah tutup mata aja bayanginnya. Mungkin bagi banyak orang durian tu enaknya tiada tara, tapi sepertinya aku ga termasuk di antara mereka. Aku cukup senang dengan menikmati kebahagiaan kalian makan durian, aku senyum-senyum aja uda langsung kenyang (read: ~ mual ~). Hahaha

Sayang itu cuma cerita, karena kita batal beli durian malah beli Pempek. 2 piring diserbu barengan. Aku bener-bener seperti dejavu, parahnya aku sampai tau urutan duduk kita bahkan sebelum kita memilih kursi. Hahaha, kurasa di alam bawah sadar, aku bener-bener nungguin moment liburan ini.

Masak udah jauh-jauh nyeberang pulau pulangnya jam 8 malam juga? Nongkrong yuuukk... !!
Lampung udah mulai ke Bandung-bandungan, dia punya banyak tempat nongkrong yg cozy sebenernya. Sumpah lupa abis ini cafe namanya apa... hahaha, besok aku tanyain ke anak-anak ya. Yang jelas lumayan asik buat nongkrong, snacknya juga enak. Asal jangan pesen "hot chocolate" & "ice chocolate"... Errr... minuman-apaan-inih? iiyyuuuhh...

\

Dengan badan super capek, tapi otak masih mau main-main... kita balik ke rumah Eyang Rindi dan istirahat. Besok resepsi nikahan Mega, jangan sampe muka kita ga "on".
Terima kasih teman temaaaaannnnn.... makin sayang sama kalian. (*kecup satu-satu)

Kamis, 29 Mei 2014

LAMPUNG, MEGA'S WED'DAY (Part 1)

Resmi sudah minggu terakhir bulan ini menjadi Minggu Kejepit Nasional. Everyday just like a Friday.
Mendadak muncul hasrat untuk nge-post liburan-liburan kemaren. Sudah expired sih cuma kan lebih baik telat daripada telat bangeeeeeettttttt…!!

Here we go… RESEPSI MEGA DI LAMPUNG (Part 1)

JUMAT, 14 Maret 2014

PP BBM Mega, cantik banget kaaannn... Just like a barbie...
(06.00 PM) Meskipun udah direncanain, aku hampir nggak berangkat sebenarnya, kerjaan bener-bener sedang menggila (*tuh kan ngomong kerjaan lagi). Selasa (18/03/2014) adalah deadline paling penting buat timku, kalo sampe lewat sehari aja… hancur sudah poin kinerja sepanjang tahun 2014. Sudah di bela-belain setiap hari lembur bertiga sampai jam 9-10 malam tapi hingga saat itu yang selesai baru 10% aja. Message dari temen-temen terus meneror, make sure buat berangkat ke Lampung 4 jam lagi. Padahal aku sedang berpikir mau masuk kantor Sabtu dan Minggu besok. Hahaha, parah.

Jelas-jelas ini bukan foto hari Jumat (Amel-Aku-Kiki-Rindi)
(09.00 PM) Terulang lagi kejadian 2 tahun lalu. Aku orang terakhir di lantai 7, merasa mual, berdiri melongok keluar, melihat pemandangan malam dari jendela kantor. Kantor yang berbeda, kota yang berbeda, tapi pertanyaannya sama persis, “WHAT THE HELL AM I DOING HERE?”.

Screw them..!! 10 menit kemudian aku mendapati diri sudah berjalan menuju pagar kantor... Whatever will be, will be.

Dalam 1 jam, aku packing kilat, mandi bebek, dan cewe-cewe mulai berteriak-teriak excited. Naik mobil Kiki, bersama “Teman-teman-spesial-yang-nyangkut-di-hati”, kita siap menyebrangi pulau. YEAAHHH…!!

(*Teman-teman-spesial-yang-nyangkut-di-hati dan barengan ke Lampung >> Cori, Kiki, Putu, Amel, & Rindi)

___ INDOMART & MC.D SALEMBA___

Mampir buat beli kebutuhan hidup dan makan malam di Mc.D Salemba. Senyum-senyum sendiri melihat teman-teman seumuran tapi tingkahnya kayak anak kecil (*Koreksi, sedikit di bawah aku. Perlu ya diperjelas gini? Awas kalian). Semua pada rebutan pengen dapat jatah “dada ayam”, gada yang mau paha. Kecil..!! Rugi..!! Masnya curang..!! Antri sendiri-sendiri aja biar dapat dada semua..!! Paha tu tulang doang..!! Mas ini pelit banget sih..!! Ckckck… dasar bocah.

Habis makan, mau cuci tangan… aku malah bawa piring kertas dan sampah bekas makan ke arah wastafel. Hahaha, diketawain keras-keras sama anak-anak itu. Sial, ngatain mereka kayak bocah, kenapa gw sendiri malah berjiwa pembokat??? Dikatain mau cuci piring lagi.

(*pembelaan diri yang gagal total >> “kalo di Mc.D Surabaya tu sampahnya dibuang sendiri ke kotak”)


___ NYEBERANG LAUT TENGAH MALAM ___

Amel pasti marah nih liat foto ini di upload. WAKAKAKA
(*paling kanan > Cori, ga tau cara dia bernafas gimana tuh)
Jemput Cori di pinggir jalan yang jadi langganan melintasnya cabe-cabean dan sempat mampir di rest area. Akhirnya kita pun menuju Dermaga.

Putu luar biasa…!! Sumpah dia bener-bener Supir AKAP sejati. Naik ke lantai 2 kapal feri dengan medan super serem dan sempit… AARRGGHH…!!! Aku cuma bisa meluk bantal kenceng-kenceng sambil tutup mata komat kamit berdoa. Sumpah Ki, pacar loe luar biasa.

Welcome Sumatra, for the very first time
Berada di tengah laut bener-bener bikin aku merasakan kedasyatan Tuhan. Kita hanyalah setitik kecil di antara milyaran kubik air asin. Kalo Tuhan sebel sama kita, bisa aja Dia tinggal mites pake kelingking, jadilah kita acar di tengah laut (*hayooo yang berasa badannya asem ngakuuu hayoo.... hihihi).

Kiki dan Putu sempet ngartis di dalam kapal, semua pada ngeliatin mereka foto-foto. Mereka memang pasangan so sweet, "Capture every moment", kata Kiki.

Benernya pengeeeennn banget bilang "Menyambut matahari pagi di Sumatra Island"..... sayang gada matahari.... Menduuunggg ooeee....!!

Huwaaa.... padahal rencananya kita mau langsung ke pantai, mana uda bawa kacamata item ni... masak mendung-mendung ke pantai pake kacamata item?? Please.. there is not fun at all..

Senin, 26 Mei 2014

WEEKEND WITH SUPER FRIEND 24.05.2014

Saat matahari belom terbit (24/05/2014), mendadak mataku melek. FYI, ini rekor lo. Kalo weekdays aja bangunnya minimal jam 06.30, begitu weekend Merrie bangun waktu anak-anak shalat subuh. Hahahaha. aku pun doa pagi sampe ketiduran lagi, ampuun Tuhan… kasurnya empuk Tuhaaannn… (*pesan moral = jangan doa di atas kasur apalagi sambil meluk guling dan posisi kepala deket bantal).

Pameran Flora Fauna, Lapangan Banteng 23 Mei - 22 Juni 2014, 08.00-18.00

___ Pameran Flora & Fauna ___

Jam 10 pagi Aku & Kiki berniat wisata, tujuan pertama Pameran Flora & Fauna yang diadain oleh Dinas Pertamanan DKI Jakarta. Lapangan Banteng yang dulu cuma pohon dan rumput mendadak jadi Taman Bunga warna-warni yang keren banget, mana banyak hewan-hewan yang lucu imut-imut. Arrrgghhh… paling ga tahan lihat hewan-hewan kecil bulu-bulu yang gemesin gitu.


___ Keliling Naik Bus City Tour Jakarta ___

Next, saatnya mencoret salah satu dari 110 list to-do aku “Keliling Jakarta Naik Bus City Tour Jakarta”. Bus bertingkat ini selalu bikin mupeng tiap kali kita lewat Sudirman. Berdasarkan info dari internet ada port bus city tour di Lapangan Banteng, Istiqal, dan depan Museum Kesenian. Apa karena ga pake kacamata, atau memang mataku dan Kiki selalu meleng?? Kita muter-muter ga nemu juga halte yang bertanda biru itu. Sampe akhirnya nyeberang ke Pasar Baru dan tanya Bapak Polisi. Hahahaha… Nak nak, kalo jalan itu melek, jangan ngobrol mulu.
Tiang Biru yang dicari-cari (>.<)

Nungguin keleleran selama 2 jam, itu Bus nggak lewat-lewat. Dari sepi, sampe rame, lalu sepi lagi… gada satu pun bus tingkat yang lewat. Lapar, belom sarapan, item, kucel, debuan, keleleran di pinggir jalan. Akhirnya ga tahan lagi, 02.34 pm kita memutuskan naek TAXIIII…. hahaha… Taxi is the best, yeaahhh!!

Maunya sih ganti agenda ke Sarinah buat cari makan, toh kita juga belom pernah kesana. Tiba-tiba saat melintasi Jalan Merdeka kelihatan Bus Biru yang sedari dulu dicari-cari. Mumpung lampu merah, ga peduli masih di tengah jalan dan posisi taxi sedang malang melintang Kiki langsung loncat dan lari ngejar bus tingkat yang sebenarnya “lagi mangkal”. Hahaha, sama dia tu beneran life is never flat.

Finally…..!! Ternyata kalo hari libur, busnya cuma mangkal di Merdeka 1 & Merdeka 2… Gile aje, kita nungguin sampe jamuran di Pasar Baru juga ga akan ada yang lewat. Sayang yang di atas sudah penuh, akhirnya kita duduk di lantai 1.

Busnya baguuusss, AC-nya dingin bangeeettt, Mas-masnya juga baek mau fotoin kita, cuma agak hausek juga (*hausek = genit). Baru sadar ternyata Jakarta tu keren abis, gedung bangunan Belanda berderet sepanjang jalan utama. Meskipun sering lewat tapi banyak banget gedung yang baru aku lihat. Aku mau naek lagi kapan-kapan, soalnya pengen naik di tingkat atas... kurang seru kalo di bawah. (*poke-Corina-Abawaiha-please-jangan-omdo-ngajakin-doang-tanpa-realita, *double-poke-Pam-kalo-mau-ikutan-ayo-katanya-mupeng-juga).

Kiki dan bus yang dikejar-kejar... berasa kayak di Jepang katanya, Amiinn...!!!

___ Taman Izmail Marzuki ___

Setelah pagi sempat mereject ajakan Dinda buat nonton di TIM (Taman Izmail Marzuki), kita pun menyusul mereka ke sana… Putu dan Arif Pam juga ikutan gabung. Bukan buat nonton, kebetulan di sana ada pameran 100 tahun Izmail Marzuki, Pameran Lukisan dan Pameran Kartun. Seruuuu...!!

Pameran 100 Tahun Izmail Marzuki
Ditutup dengan makan malam di d’Cost Menteng Huis… Pam sempet marah gara-gara aku dan Dara ngomongin kerjaan mulu, mana kita duduk di depan dia persis lagi. HUAHAHAHA…

Maaf ya Pam, itu tuh kayak mendarah daging gitu. Mana ketemu Dara lagi (sodara-sepenanggungan). HAHAHAHA… laen kali nggak lagi deh. Pasti cape tuh dia habis piket Sabtu, maunya refreshing bareng taunya kita ngomong kerjaan mulu, xixixixi… Ciakakaka…

My Super Friend (24/05/2014) @ Pameran Kartun, Taman Izmail Marzuki
Setelah kupikir baik-baik, aku sepertinya lebih tertarik dengan kumpul-kumpul bareng temen luar biasa seperti mereka dibandingkan dengan lihat pamerannya sendiri. Hihihi. Menghabiskan waktu bareng mereka menjadi moment yang bernilai.


Di list aku, masih ada diving di Karimun Jawa yang belom dicoret. Apa aku ajak mereka aja ya? Kalo pada nggak mau, aku mau nekad pergi sendiri aja ikutan open trip… biar sekalian nyoret list “liburan sendirian dan berkenalan dengan orang-orang baru”. Dilihat besok lah.