Rabu, 29 Januari 2014

SUCI MOVE ON KE BI

Rasanya dada bergetar tiap kali menyaksikan teman-teman kita berhasil memperoleh impiannya.
- Ami & Eva yang menikah dan nyata-nyata terlihat jauh lebih bahagia
- Suci yang diterima di Bank Indonesia
- Cori September besok berangkat ke Manchester

Pengumuman Uci Lulus Bank Indonesia 31 Desember 2013, 15.00 WIB
(read more)
Masih ingat dengan jelas tanggal 31 Desember 2013, Cori spesial datang ke ruangan dan bilang "Mer, Uci keterima BI".

AAAAAAAaaaaaa....!!! Kita tereak-tereak dan ketawa-ketawa sendiri di ruanganku, tidak ada kalimat yang sanggup mewakili perasaan. Kita memang cuma penonton dan mungkin sama sekali tidak memberi kontribusi selain doa, tapi aku merasakan euforia itu sedemikian kuat sampe bikin jantung berdegup kencang dan badan gemetar.

Bukan aku ato Cori yang keterima BI, tapi kita senyum-senyum sendiri sampe pulang kantor. Kubayangkan emosi yang dirasakan Uci pasti jauh jauh jauh dan jauh lebih kuat.

Hari ini (29/01/2014) terakhir Uci masuk kantor. Saat aku duduk dan menulis blog ini, seperti ada bagian yang hilang di dada (#meskipun aku ga akan pernah bisa keluarin kata-kata cengeng itu langsung dari mulutku sendiri). Mana suasananya mendukung banget, ujan ~ dingin ~ sepi

Suci, Kiki, dan aku
Upacara 17'an di Lapangan Banteng > Kota Tua > Ancol
dalam sehari (sumber & editor: Kiki)
Dear Uci,
Kita pernah tertawa bersama,
pertama kali pakai kacamata item saat mbolang murah 17 Agustus 2013
Saling berbagi lauk saat masih digaji 9 juta untuk 10 bulan
Pernah berusaha jodoh-jodohin dan diambil lagi (#ups, hahahaha. Peace Ci... ciakakaka)
Pastinya kita pernah saling marah, jengkel, dan kecewa
Tapi teman adalah orang yang akan tetap ada dan bertahan sampai akhir
Bukan karena kebutuhan, tapi karena keinginan dan ketulusan
Benar-benar bangga sama Uci, kamu cewe luar biasa

Kulihat dengan mata terbuka teman-teman tercintaku satu persatu meraih impiannya. Aku pun memejamkan mata dan merasakan impianku sendiri ada di depan mata, sangat dekat, ada dalam jangkauan tanganku.

Minggu, 26 Januari 2014

GITAR KITA BEDA NASIB

Ratna, anak kosan, saking pengennya belajar gitar dia pun nekad beli dengan harga minimalis di Bungur.
Dia dengan PD'nya minta aku 'nyetel' senarnya. Please....
Dasar cewe, taunya cuma bisa pakai barang...!! Ga tau cara bikin apalagi perbaiki sesuatu.

Kalimat di atas bukan cuma buat Ratna, tapi juga buat aku. Aku tau cara pakai, tapi kalo ada rusak-rusak.... aku tau kalo harus panggil Yosua, my little brother. Hahahahaha...

  • Komputer rusak > "Yussss.... komputer error"
  • Gitar mendadak fals > "Yuusss.... Gitarmuuu...."
  • Atap bocor > "Yussss... plafon kita pipis"
  • HP lemot > "Yusss... ini diapain?"
  • Muka pacar jelek > "Yuusss, please permak'in pacar gue". (#eh)

Jenasah Gitar Rumah Merrie
yang tewas terjatuh saat bersih-bersih rumah
Terserah gimana caranya, yang penting balik-balik sudah beres.
Di Jakarta gada Yosua, jadi urusan setel-menyetel gitar pun diserahkan ke Putu, pacar Kiki.
Kita para cewe mungkin memang ga tau cara perbaiki barang, tapi yang lebih penting kita selalu tau harus panggil siapa untuk menyelesaikannya. Xixixixi.... (*pembelaan diri)

Tadi siang aku beli senar baru di Gramedia karena senar aslinya sudah karatan. Sayang sekali stok yang tersisa tinggal yang paling murah > otomatis kualitas terendah juga. Biarin lah ya, bulan depan beli lagi. Ratna juga dikasi seneng-seneng aja. Hahahaha.

Setelah bolak-balik konsultasi senar-menyenar tanpa hasil via bbm dengan Yosua, barulah aku tau Gitar di rumah ternyata sudah wafat. Sedih sih, terakhir Natalan dia masih aku peluk, dia hampir seumuran denganku... dia yang dulu menemaniku saat putus cinta, saat pengangguran.
Ya sudahlah. Nabung dulu, suatu hari beli baru.